Posted by: geistijany on: September 15, 2008
Selembar ruh
Tampak meringis oleh kepedihan
Kenapa ia? Bukankah kematian berarti kembali pada asal?
Adakah asal yang berupa ketiadaan?
Posted by: geistijany on: Agustus 25, 2008
Kenapa engkau diam saja? Karena bahasa tak memberiku ruang untuk menampung sekeping tanda tanya…
Kenapa kau lebih suka baca buku daripada mendengar seseorang bicara? Karena buku mengajakku bicara dengan diamnya, sementara orang lain menyuruhku diam ketika ia bicara…
Kenapa kau membuat orang lain marah dengan acuhmu? Karena aku sedang meraba diriku sendiri, sementara mereka sibuk meraba orang [...]
Posted by: geistijany on: Agustus 1, 2008
langkahkan kakimu ke arah mana firasat menuntunmuÂ
satu demi satu….
jejakmu tertoreh…
menyisakan tanda tanya berbalut debu
satu hal kau lakukan, lain hal akan terdiamkan
ketika kepenuhan menghasilkan kekosongan,
kekosongan melahirkan keterluapan
terasa jelas, hari-hari melesat…
konon, kita menciptakan kehidupan
kehidupan menciptakan kematian,
tatkala hidup menyuruhmu membuka penglihatan,
maka kematian menuntunmu memahami
bagaimana kau bisa melihat dan mengerti…
Berkata “ya” pada hidup, bukan berarti “tidak” pada mati
karena [...]
Posted by: geistijany on: Juli 22, 2008
Lautku adalah hamparan dalam dadaku
Tanah airku tak ada dalam penglihatanmu
Kau tahu, aku bukan aku-mu
Karena ibuku gembira saat melihatku lahir ke dunia
Dan jemariku juga bukan jemarimu
Mencintainya tak sama dengan mendustakanmu
Menyumpahimu tak membuat diriku kian mengharu-biru
Posted by: geistijany on: Juni 7, 2008
Coba lihat dan amati, orang kesana-kemari menghajar kehidupannya sendiri
Demi apa mereka bertindak represif,
bahkan terhadap tubuhnya sendiri!?
Seberapa nyata mereka, yang bersimbolkan kesucian,
justru menelikung nalar,
demi mitos yang dijejalkan sepotong demi sepotong!
Mereka tak segan mendistorsikan pengertian mata-hati
dengan pengertian syahwat yang beku-leleh
dan cerita-agung apa lagi
yang akan mengisi-kontaminasi kesadaran orang-orang bodoh?
coba lihat dan amati, anjing-anjing nomad itu mencari tulang!
Sampai gemuk [...]