Willkommen…zu meiner Website

menyimak apa kata semesta

Posted on: Juni 5, 2008

Bayangkan saja: semesta ini sebuah perpustakaan besar. Buku-bukunya tertata-rapi. Di kamarmu, juga ada buku. Tak begitu banyak memang. Tapi kau membuka-buka kembali saat memerlukannya. Kenapa mereka harus dibaca? Di balik buku-buku semesta ada apa? Untuk apa kita perlu memahaminya?

Kau mendapatkan sesuatu dari mereka, bukan? Semacam ilmu pengetahuan, semacam informasi, semacam barang hilangmu yang kamu temukan. Membaca adalah menemukan sesuatu untuk menjadi miliki kita kembali. Padahal bukankah isinya hanya kode? Kode yang dulu –sewaktu kanak-kanak- tak bisa dieja dan menurutmu bentuknya aneh, tak mirip dengan gambar-gambar kesukaanmu.

Semesta adalah buku besar, menghadapinya berarti memahami kode-kode asingnya. Bagi kita, kode itu menjadi asing sekaligus menakjubkan. Pada dirinya sendiri, ia ada dan meronta-ronta untuk minta dipahami. Ia menyusun batu-bata kesadaran pembacanya. Karena saat membacanya, memahaminya, ia mengingatkan kita akan saat-saat ketika sedang menyusun kode sendiri untuk dipahami orang lain. Karena ia merepresentasikan pengalaman keseharian kita, ia begitu dekat dan bahkan serasa saudara sendiri. Cara semesta berbicara, seperti saat kita bicara dengan sesama.

Lalu kode itu menjadi menarik. Banyak orang membincangkannya. Banyak orang memperdebatkannya. Manusia adalah semesta yang senantiasa mengajak berbincang-bincang, kata banyak orang. Tapi, bukankah memang manusia itu semesta-kecil? Lalu kenapa harus menegaskannya? Karena ini penting, lebih penting daripada sesuap nasi yang kau butuhkan pagi ini.

Begini: semesta adalah buku besar. Demikian pula manusia, kita seperti buku-buku kecil yang berjalan hilir mudik kesana kemari, untuk selalu saling membaca dan memahami. Oleh karena itu, keberadaan manusia itu tak akan sempurna jika kesalingtergantungan itu terhenti. Bagaimana kita hidup? Menyelaraskan diri dengan maksud tulisan Tuhan di muka cover buku-kita, kita adalah buku catatan harian kepunyaan Tuhan….

(aku teringat film “Namesake”, tokohnya bilang “…dengan buku, kita mengetahui dunia tanpa harus kemana-mana)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: