Willkommen…zu meiner Website

SaCiL-ku…HeattLe-ku

Posted on: Agustus 5, 2008

Waktu merayap dengan—entah peduli atau tidak—rambat-rambat ulur. Kian lama kian panjang. Semuanya hanya bisa menjadi saksi. Sekali lagi tanpa sadar atau tanpa sadar. Dulu kami, aku dan kawan-kawan, pernah menjalin janji sehidup semati. Kelihatannya konyol. Nyatanya, ada beberapa person yang telah lahir dan tumbuh-bersama-menyaudara dalam ”Sacil”.

Kami bersama, menjadi saksi bagi merambatnya waktu dan jaman yang berganti-ganti. Bisri Musthofa. Nadhief Shidqie. Cholil Suyuthi. Bisri Dzalieq. Chamzawi Umar. Juga Bayhaqi, Eko Wijayanto, Adam Machlouv, Chafidz, Zainal Toprak, Munthoha dan lain-lain. Kami menempuh jalan sendiri-sendiri setelah berpisah selepas Aliyah. Bisri bergelut dengan desain grafis. Nadhief dengan filsafatnya, di Cairo. Cholil dengan study Hubungan Internasional. Adam dengan ilmu politik. Alik, sebentar lagi ia menyandang ”sarjana humaniora”, bergelut dengan kajian sejarah.

Bisri Musthofa mewarisi darah seni dari ayahnya, coretannya bahkan bisa dinikmati diam-diam. Cholil…ah! bagaimana kau kini? Masihkah bergelut dengan gerakan mahasiswa, menjalankan tanggung jawab seorang ketua, sembari nyambi membuka-buka buku diktat di FISIP-nya? Masihkah tubuhmu ceking dimakan usia? Nadhief, masih kau baca-baca ulang karya Pramudya A. Toer, Nabimu itu? Dia masih di Cairo, kuyakin pikiran dan tindakannya masih sesubversif masa kecilnya dulu.

zurück zur der Einheit

zurück zur der Einheit

Chamzawi Umar, kemarin kau bilang ambil cuti. Kenapa kau ini? bagaimana dengan fakultas psikologi-mu? Apakah musik dan bermain bass lebih prospektif ketimbang psikologi? Adam, masihkah kau slengekan seperti dulu, seolah hidup hanya mengalir saja sekehendak hatimu—padahal bisa saja ia meluncur tanpa kau menjadi pengemudinya? Dam, kemarin kita ketemu meski cuma sebentar. Kutemukan dirimu masih seperti dulu, lepas melayang bebas tanpa beban, atau barangkali kau memang seperti itu: diam menghanyutkan dalam kekonyolanmu.

Dzalieq…heyy…sarjana humaniora-mu, yang sebentar lagi kau sandang akhir bulan ini, mungkin tak lebih penting daripada sehelai dawai gitar listrikmu? Aku memang dekat denganmu, kita sama-sama di Jogja, dan urusan band kita ”Heattle” tak kunjung jelas bagaimananya. Juga Bayhaqi dan Eko Black. Kalian punya sejarah sendiri. Tapi tak berarti kita kehilangan kemungkinan untuk masa-depan-bersama. Aku tak mau main tebak-tebakan dengan ex ”Sacil” kita, apakah punya masa depan ataukah tinggal diam dalam do-re-mi-fa-sol (dst).

Aku hanya punya satu alternatif: kita takkan serimpung-serimpungan, saling cuek, saling tak ambil peduli satu sama lain. Kita tak mungkin berantem, seperti para pemain politik itu. Kita takkan tercerai-berai, seperti bangsa ini. Kita takkan saling menjegal dan menjagal, bukan? Ya, hanya itu alternatif kita. Aku menunggu wawasan filsafatmu, Nadhief…naluri estetikmu, Ova….progresifitasmu, Cholil….lengkingan melodi gitarmu, Dzalieq…Chamzawi, ajari aku teori psikologi, key…atau aku mau curhat ke kamu mengenai sakit jiwaku…juga buat Haqi dan Eko Black…aku merindukan diri kalian seutuhnya…Adam juga!! Ingat: seutuhnya!

Semoga kalian membaca tulisan ini. Bagian terpenting dari tulisan ini, yang kita semua harus sadar, adalah bahwa kita telah bertahun-tahun menyaudara. Kini, tiap kali kita pulang kampung, ada suasana gap-gap-an, ada keterbelahan di antara kita. Lihat, ada kubu ”musisi” seperti Eko Black, Dzalieq, Bisri Musthofa, dan Chamzawi…berkumpulnya mereka membuat Cholil Suyuthi, Nadhief Shidqie, Adam dan Baihaqi merasa minder. Aku mungkin bisa diterima di kedua belah kubu itu. Tapi inikah hasil dari perjalanan personal kita setelah beberapa tahun: ada yang minder dan tersisihkan karena satu kecenderungan?

Atau jangan-jangan di antara kita terpendam potensi untuk berkata: tak ada lagi ”kita” selain ”aku”? Tidak…tidak, aku tak menghendaki itu terjadi.

Aku

Geistijany ”Mamarx”,

drummer Heattle yang pemurung

2 Tanggapan to "SaCiL-ku…HeattLe-ku"

kenapa, max?

idup ini lepas kan, maka lepaskanlah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: